Mengapa Islam Tidak Memperbolehkan Poliandri?
Posted by Dastan
on
0
Islam juga menjaga kejelasan nasab seseorang. Logikanya,
jika satu botol air dituangkan ke dalam sebuah gelas, maka air dalam gelas
tersebut jelas sumbernya. Tapi jika empat botol dituangkan ke dalam satu gelas,
bisakah dikembalikan dengan benar air yang dari botol A, B, C, dan D? begitulah
logikanya.
Kejelasan nasab tidak akan terjaga, dan nantinya akan menjalar ke
hak warisan. Jangan meremehkan warisan, faktanya kalau orang bercerai yang
paling genjar dikejar harga gono-gini. Jika tidak tahu siapa bapaknya, atau
mengaku-ngaku sebagai anak, sulit nantinya menghindari pertengkaran.
Bukankah sekarang ada tes DNA? Ya benar, tapi lihat bahaya
yang pertama, yaitu penyakit kelamin tadi. Dan DNA tidak seratus persen
menjamin kebenaran dari sebuah keturunan.
Lalu jika poligami menghindarkan laki-laki dari berbuat
zina, lalu mengapa tidak dilegalkan poliandri agar menghindarkan wanita dari
zina juga? Sebelum menjawab pertanyaan ini perlu dipahami bahwa godaan terbesar
laki-laki hidup di dunia adalah wanita, hampir semua kasus kejatuhan laki-laki
besar berawal dari tergodanya akan perempuan.
Gejolak nafsu seksual perempuan tidak mudah diungkapkan,
mereka lebih dingin, tidak seperti laki-laki yang meledak-ledak. Maka pernahkah
menemukan pemerkosaan satu laki-laki oleh satu perempuan? Pasti tidak. Tapi pemerkosaan
satu laki-laki terhadap satu perempuan, pasti sering.
Bagi wanita, godaan utama untuknya bukanlah pria, tapi harta
dan perasaannya. Ini harus disadari terlebih dahulu. Artinya wanita tidak butuh
banyak pria, ia hanya dicukupkan satu pria yang menjaganya dan memenuhi segala
kebutuhannya. Itu saja, dan Islam memahami fitrah dasar wanita yang satu ini
hingga melarang adanya poliandri.
About the Author
Ma'mun Affany WA di 085747777728
pin: 56C7E212
Get Updates
Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.
Share This Post
Related posts

0 komentar: