Kenapa Nabi Muhammad Tidak Boleh Digambar?

Posted by Dastan on 0

Terdapat satu hadist utama yang menjadi landasan tentang larangan untuk menggambar bentuk fisik nabi Muhammad SAW atau memvisualisasikan dalam bentuk apapun. Hadist tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Bukhori yang berbunyi “Janganlah kalian menyanjungku berlebihan sebagaimana orang-orang Nashrani menyanjung Putera Maryam, karena aku hanya hamba-Nya dan Rasul utusan-Nya”. Artinya yang diinginkan adalah tidak adanya penghormatan berlebihan melebihi kapasitasnya sebagai Nabi yang sebatas manusia bukan Tuhan.

Hal ini mengingat kebanyakan yang terjadi, seorang ulama’ sangat dikultuskan hingga melebihi pengkultusannya terhadap Tuhan. Adanya foto-foto yang disembah, apalagi patung, Nabi Muhammad menyadari hal ini akan merusak akidah umat Islam, karena yang diinginkan adalah hadirnya beliau dimuka bumi sebagai uswatun hasanah yang haqiqi, contoh sejati.

Selanjutnya mengapa nabi Muhammad mengharamkan dirinya untuk divisualisasikan adalah agar terhindarnya konflik di muka bumi yang lebih besar. Asumsinya, bila ada sebuah umat yang non muslim membenci nabi, kemudian jika ada gambarnya, mereka akan demo, membakar fotonya, menginjak-nginjak seperti ketika protes terhadap presiden dan tokoh, akhirnya umat Islam akan bangkit kemarahannya. Meskipun beliau hidup di zaman dahulu kala, tapi beliau tahu apa yang akan terjadi nantinya.

Oleh sebab itu jika ada alasan zaman dahulu belum ada kamera, atau video camcorder, adalah kurang tepat karena ahli lukis sebenarnya ada, buktinya sayyidina Ali RA ada yang menggambarnya. Oleh sebab itu hal-hal tersebut di atas harus dipahami betul agar tidak salah memahami alasan yang tepat dalam persoalan ini.

About the Author

Ma'mun Affany WA di 085747777728

pin: 56C7E212

Get Updates

Subscribe to our e-mail newsletter to receive updates.

Share This Post

Related posts

0 komentar:

back to top